My Life......

By Dinda

Pengalaman Traveling ke Melbourne dan Sydney Australia

Di postingan kali ini, saya akan mengulas pengalaman traveling selama mengunjungi dua kota besar di Australia, yaitu Melbourne dan Sydney. Mengapa saya memilih kedua kota tersebut selama mengunjungi Australia, karena di Sydney kita bisa melihat icon Australia yang terkenal yaitu Opera House, sedangkan di Melbourne kita bisa melihat sisi lain kota besar di Australia yang asri dan nyaman.
 



 
 
Penerbangan ke Melbourne dan Sydney
 
Jadwal penerbangan dari Jakarta ke Melbourne dan Sydney sudah cukup banyak, bahkan banyak juga maskapai yang menawarkan direct flight ataupun penerbangan transit. Dari Jakarta ke Melbourne, kami memilih direct flight dengan maskapai Garuda Indonesia. Sementara dari Melbourne ke Sydney, untuk menghemat waktu kami memilih naik pesawat dan menggunakan maskapai Tiger Airways. Selanjutnya untuk kembali ke Jakarta, kami menggunakan maskapai Air Asia dengan transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur. Untuk tiket pesawat, kebetulan kami membelinya secara terpisah, tetapi alhamdulillah meskipun membelinya secara terpisah untuk tiket pergi dan pulang, apabila ditotal harga tiket tersebut masih  terbilang cukup murah dibandingkan dengan apabila membeli tiket pulang pergi secara bersamaan.
 
 
Syarat Visa Australia

Untuk dapat masuk ke Australia dengan menggunakan passport WNI, maka kita harus memiliki visa Australia. Visa Australia untuk single entry berlaku selama 3 bulan. Proses pengajuan visa ini bisa terbilang cukup mudah. Namun pastikan pengurusan visa tidak terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan ya. Setidaknya sediakan waktu selama 30 hari sebelum tanggal keberangkatan untuk pengurusan visa. Visa dapat diurus sendiri atau menggunakan agen perjalanan wisata.
 
 
Musim di Australia
Australia merupakan negara dengan empat musim. Pastikan kalian mengetahui musim di Australia ketika berkunjung ke sana untuk mempersiapkan pakaian yang kalian bawa cocok dengan musim di sana. Untuk mengetahui suhu dan musim di sana kalian bisa mengecek lewat aplikasi accu weather.
Desember sampai Februari merupakan musim panas; Maret sampai Mei musim gugur; Juni sampai Agustus musim salju, dan September sampai November musim semi. Meskipun sudah bisa memperkirakan musim di Australia, namun cuaca di Australia terkenal seringkali berubah-ubah. Saat saya berkunjung ke Australia kebetulan sedang musim semi. Namun meskipun musim semi, tetapi terkadang turun hujan atau di siang hari suhunya bisa sangat panas. Sehingga sangat disarankan untuk membawa pakaian yang berlapis daripada yang terlalu tebal serta jangan lupa membawa payung. Ketika cuaca cukup dingin tinggal menggunakan jaket, tetapi ketika panas kalian tinggal melepas jaket supaya tidak kegerahan.
 
 
Itinerary Keliling Melbourne dan Sydney

Hari ke-1 : Fritzoy Garden, Cook's cottage, Victoria Harbour, Yarra River
 
Hari ke-2 : Hosier Lane dan Philips Island (Churchill Island Farmers Market, Koala Observatorium Center, The Nobbies, Watch Penguin Parade)
 
Hari ke-3 : State Library of Victoria, Royal Exhibition Building, Shrine of Remembrance, dan Brighton Beach
 
Hari ke-4 : Flight ke Sydney.  Tumbalong Park
 
Hari ke-5 : Blue Mountain Tour (Jamison Valley, 3 sisters, Scenic World, Leura Village, Featherdale Wildlife Park)
 
Hari ke-6 : The Rocks distric, Opera House, Hyde Park, St. Marry's Cathedral, Parliament House, the Art Gallery, the gap dan Bondi Beach
 
Hari ke-7 : Coogee Beach dan Royal Botanic Garden
 
 
Penginapan di Melbourne dan Sydney

Karena kami menggunakan jasa tour travel dimana penginapan telah ditentukan oleh penyedia tour, maka yang bisa saya sharing adalah keutamaan hotel tempat kami menginap.

Di Melbourne, kami menginap di Intercontinental Melbourne The Rialto yang terletak di CBD. Keunggulan menginap di sini adalah dekat dengan wilayah free tram zone sehingga memudahkan saya untuk mengunjungi beberapa tempat di Melbourne menggunakan tram. Hotel ini juga dekat dengan Southern Cross Station tempat pemberhentian skybus ke dan dari bandara, sehingga kami cukup berjalan kaki saja dari Southern Cross Station.
 


 
 
Di Sydney, kami menginap di Hotel Travelodge jalan wentworth. Lokasi hotel ini cukup strategis karena dekat dengan hyde park serta dekat dengan pusat perbelanjaan Sydney (cukup jalan selama 10 menit untuk menemukan mall dan tempat makan, selain itu dekat dengan Paddy's market tempat membeli oleh-oleh). Akses ke beberapa tempat seperti opera house dan bondi beach cukup mudah dengan menggunakan bis yang berhenti dekat hotel ini.
 
 
Transportasi di Melbourne dan Sydney

Ketika mengunjungi Melbourne dan Sydney, kebetulan kami menggunakan jasa tour travel yang terpisah. Namun karena jadwal tour kami tidak terlalu mepet, maka kami tetap menggunakan public transportation selama mengunjungi beberapa tempat di Melbourne dan Sydney.
 
Untuk berjalan di Melbourne, kami membeli Myki card yang bisa digunakan untuk menaiki tram, bis dan kereta. Harga myki card 6 AUD dan bisa kalian top up sesuai kebutuhan. Apabila myki card kalian masih tersisa, kalian juga bisa refund uang kalian, namun harga kartu sebesar 6 AUD tidak bisa di refund ya. Tips selama di Melbourne di luar paket tour kami, kami memanfaatkan free tram zone, sehingga bisa lebih hemat. Sedangkan untuk transportasi di Sydney menggunakan Opal Card.
 
Myki Card

Opal Card
 
Internet di Melbourne dan Sydney

Karena kami mengunjungi 2 kota yang berbeda, maka kami memutuskan menyewa wifi egg dari Indonesia yang bisa digunakan di dua kota tersebut dengan harapan tidak repot saat pengembalian wifinya. Terutama apabila kalian traveling bersama teman ataupun keluarga, penyewaan wifi seperti ini juga lebih hemat karena bisa digunakan sharing dengan teman seperjalanan kalian. Saya menyewa wifi egg di Wi2fly dengan tarif 112 rb per hari untuk penggunaan internet selama di Australia.
 
 
Mata uang dan kartu kredit di Australia

Seperti yang kalian tahu, mata uang yang digunakan adalah dollar Australia. Untuk penukaran uang, ada beberapa money changer yang biasa saya pakai salah satunya dua sisi di Grand Indonesia. Untuk penggunaan kartu kredit di Australia, sebaiknya sebelum kalian gunakan di Australia, kalian bisa menghubungi bank penerbit kartu kredit agar kalian tetap bisa menggunakan kartu kredit selama di sana dan tidak terblokir. Selain itu kartu kredit yang banyak diterima adalah mastercard.
 
 
Colokan listrik di Australia
 
Colokan listrik di Australia berbentuk segitiga. Untuk mempermudah traveling, sebaiknya kalian membeli adaptor internasional yang bisa digunakan di beberapa negara.
 


 
Sekian tips dan info yang bisa saya sharing. Semoga bermanfaat untuk kalian yang ingin berlibur ke Australia.

1 comment:

Unknown said...

Hi Kak,
Aku juga ada rencana jalan jalan ke sydney bulan depan, untuk wifi egg di Wi2fly apakah koneksinya bagus ya kak?

Thank You
Wiwin