Di postingan kali ini, saya akan mengulas pengalaman traveling selama mengunjungi dua kota besar di China, yaitu Beijing dan Shanghai. Saya lebih memilih mengunjungi kota besar di China karena berasumsi bahwa tempat-tempatnya masih tergolong bersih dan orang-orangnya pun pasti cenderung lebih terpelajar. Seperti yang sering saya baca di website, banyak turis-turis yang pergi ke China komplain soal kebersihan di sana. Beijing dipilih karena merupakan kota terbesar di China dan Shanghai saya pilih karena kota ini sangat cantik di malam hari.
Penerbangan ke Beijing dan Shanghai
Jadwal penerbangan dari Jakarta ke Beijing dan Shanghai sudah cukup banyak, bahkan banyak juga maskapai yang menawarkan direct flight ataupun penerbangan transit. Dari Jakarta ke Beijing, kami memilih maskapai Cathay Pacific yang harus transit di Hongkong karena terdapat tiket promo. Sementara dari Beijing ke Shanghai, saya dan suami lebih memilih untuk naik kereta daripada pesawat untuk menghemat biaya (baik transportasi maupun hotel). Karena kunjungan ke Shanghai tidak direncanakan sebelumnya (kami telah membeli tiket Jakarta-Beijing pp), maka kamipun harus kembali ke Beijing. Dari Shanghai ke Beijing kami menaiki kereta cepat.
Syarat Visa China
Untuk dapat masuk ke China dengan menggunakan passport WNI, maka kita harus memiliki visa China. Visa China untuk single entry berlaku selama 3 bulan. Proses pengajuan visa ini cukup rumit karena ada ketentuan khusus terkait foto. Pastikan pengurusan visa tidak terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan ya. Setidaknya sediakan waktu selama 30 hari sebelum tanggal keberangkatan untuk pengurusan visa. Visa dapat diurus sendiri atau menggunakan agen perjalanan wisata.
Musim di China
China merupakan negara dengan empat musim. Pastikan kalian mengetahui musim di China ketika berkunjung ke sana untuk mempersiapkan pakaian yang kalian bawa cocok dengan musim di sana. Selain itu, wilayah China sangat luas sehingga tiap wilayah bisa memiliki suhu yang berbeda-beda. Untuk mengetahui suhu dan musim di sana kalian bisa mengecek lewat aplikasi accu weather. Musim gugur biasanya diawali di bulan Oktober sampai November. Musim semi adalah bulan April sampai Mei. Musim Panas diawali dari akhir bulan Mei sampai Agustus. Musim dingin Desember sampai awal Maret. Saat kami mengunjungi China di bulan April, banyak bunga-bunga bermekaran karena sedang musim semi.
China merupakan negara dengan empat musim. Pastikan kalian mengetahui musim di China ketika berkunjung ke sana untuk mempersiapkan pakaian yang kalian bawa cocok dengan musim di sana. Selain itu, wilayah China sangat luas sehingga tiap wilayah bisa memiliki suhu yang berbeda-beda. Untuk mengetahui suhu dan musim di sana kalian bisa mengecek lewat aplikasi accu weather. Musim gugur biasanya diawali di bulan Oktober sampai November. Musim semi adalah bulan April sampai Mei. Musim Panas diawali dari akhir bulan Mei sampai Agustus. Musim dingin Desember sampai awal Maret. Saat kami mengunjungi China di bulan April, banyak bunga-bunga bermekaran karena sedang musim semi.
Itinerary Keliling Beijing dan Shanghai
Hari ke-5 : Sampai di Shanghai
Hari ke-7 : Hunting Street Food di sekitar Yu Garden dan Huangpu River Tour
Hari ke-8 : Kembali ke Beijing dengan sleeper train
Hari ke-8 : Kembali ke Beijing dengan sleeper train
Penginapan di Beijing dan Shanghai
Karena di China selalu terdapat isu soal kebersihan, saya dan suamipun memilih hotel bintang empat selama mengunjungi China.
Di Beijing, kami menginap di Novotel Beijing Xinqiao. Keunggulan menginap di sini adalah sangat dekat dengan pintu keluar A2 Chongwenmen station. Hotel ini juga dekat dengan pusat perbelanjaan dan rumah sakit.
Ketika mengunjungi Beijing dan Shanghai, kami menggunakan public transportation subway.
Di Beijing, kami menginap di Novotel Beijing Xinqiao. Keunggulan menginap di sini adalah sangat dekat dengan pintu keluar A2 Chongwenmen station. Hotel ini juga dekat dengan pusat perbelanjaan dan rumah sakit.
Di Shanghai, kami menginap di Golden Tulip New Bund Asia. Lokasi hotel ini cukup strategis karena dekat dengan Tiantong Road station yang banyak terdapat tempat makanan, selain itu dekat dengan Carrefour.
Transportasi di Beijing dan Shanghai
Ketika mengunjungi Beijing dan Shanghai, kami menggunakan public transportation subway.
Untuk berjalan di Beijing, kami membeli Yikatong Card yang bisa digunakan untuk menaiki subway dan bis. Harga Yikatong Card 20 yuan dan bisa kalian top up sesuai kebutuhan. Apabila Yikatong Card kalian masih tersisa, kalian juga bisa refund uang kalian, namun harga kartu sebesar 20 yuan tidak bisa di refund ya.
Untuk berjalan di Shanghai, kami membeli three day pass untuk turis sebesar 45 yuan. Kartu ini hanya bisa digunakan untuk menaiki subway saja.
Karena kami mengunjungi 2 kota yang berbeda, maka kami memutuskan menyewa wifi egg dari Indonesia yang bisa digunakan di dua kota tersebut dengan harapan tidak repot saat pengembalian wifinya. Terutama apabila kalian traveling bersama teman ataupun keluarga, penyewaan wifi seperti ini juga lebih hemat karena bisa digunakan sharing dengan teman seperjalanan kalian. Saya menyewa wifi egg di Wi2fly untuk penggunaan internet selama di China.
Seperti yang kalian tahu, mata uang yang digunakan adalah yuan. Untuk penukaran uang, ada beberapa money changer yang biasa saya pakai salah satunya dua sisi di Grand Indonesia. Untuk penggunaan kartu kredit di China, sebaiknya sebelum kalian gunakan di Australia, kalian bisa menghubungi bank penerbit kartu kredit agar kalian tetap bisa menggunakan kartu kredit selama di sana dan tidak terblokir. Selain itu kartu kredit yang banyak diterima adalah mastercard.
Untuk berjalan di Shanghai, kami membeli three day pass untuk turis sebesar 45 yuan. Kartu ini hanya bisa digunakan untuk menaiki subway saja.
Internet di Beijing dan Shanghai
Karena kami mengunjungi 2 kota yang berbeda, maka kami memutuskan menyewa wifi egg dari Indonesia yang bisa digunakan di dua kota tersebut dengan harapan tidak repot saat pengembalian wifinya. Terutama apabila kalian traveling bersama teman ataupun keluarga, penyewaan wifi seperti ini juga lebih hemat karena bisa digunakan sharing dengan teman seperjalanan kalian. Saya menyewa wifi egg di Wi2fly untuk penggunaan internet selama di China.
Mata uang dan kartu kredit di China
Seperti yang kalian tahu, mata uang yang digunakan adalah yuan. Untuk penukaran uang, ada beberapa money changer yang biasa saya pakai salah satunya dua sisi di Grand Indonesia. Untuk penggunaan kartu kredit di China, sebaiknya sebelum kalian gunakan di Australia, kalian bisa menghubungi bank penerbit kartu kredit agar kalian tetap bisa menggunakan kartu kredit selama di sana dan tidak terblokir. Selain itu kartu kredit yang banyak diterima adalah mastercard.
Colokan listrik di China
Colokan listrik di China sama dengan yang digunakan di Indonesia sehingga lebih mudah.
Sekian tips dan info yang bisa saya sharing. Semoga bermanfaat untuk kalian yang ingin berlibur ke China
Sekian tips dan info yang bisa saya sharing. Semoga bermanfaat untuk kalian yang ingin berlibur ke China





No comments:
Post a Comment